Selasa, 16 Februari 2010

Hati yg tak mengerti…



Tak selamanya memang hidup itu bisa dimengerti
Senandung dan tari duka sambung menyambung tak ada putusnya
Mencongak setiap perasaan yang pernah terluka
Menjadi kadang berbunga dan penuh damba

dilain hari, berarti di lain cerita
Damba yang tak kunjung usai,
Membagi perasaan yang tak pernah teruraikan
Menjadi kenyataan atau bahkan impian, aku tak pernah mengerti

Sudahlah,
Kupupus semua asa dan kenangan yang tersimpan dalam benakku
Hidupku hanya untuk masa yang akan datang
Takkan dapat kukejar segala yang selalu berlari

Bersama atau berpisah
LAksana langit dan bumi
Hanya kelelahan yang menerpa tiap ruang jiwa
Tiap kali mencoba fahami apa yang akan terjadi

Mungkin semuanya memang seperti itu,
Jika membutuhkan, maka semuanya mendekat seperti tak mampu tinggalkanku
Saat mendapatkan apa yang dicari,
Maka semuanya akan kembali ke tempat semula
Beridiri tanpa perlu ingat siapa diriku
Yang sanggup tumpahkan darahku untuk semuanya

Mencintai itu memang harus tanpa pamrih,
Tuhan…, itukah Engkau yang menciptakan cinta?
Atau Iblis yang membuat seakan cinta itu manis dan indah
Padahal busuk dan membunuh setiap jiwa yang mencecapnya



Ku tumpahkan apa yang kurasakan,
Janji adalah sebuah janji yang buatku harus ditepati
Meski buatku semakin sendiri
Tapi aku tak mampu berbuat banyak, karena sebuah janji

Semenyakitkan inikah wahai Tuhan…,
Untuk bisa mengorbankan segala yang kumiliki
Untuk bisa menunjukkan perasaanku pada yang kucinta
Lelahku selalu kubuang jauh atas nama ketulusan…

Kadang asaku ingin kupupuskan agar nafasku terhenti
Jika saja Tuhan tak menciptakan Negara akhirat
Dengan sangat rela kuputuskan urat nadi di jantungku
Agar dapat kulihat adakah yang bisa menangisi jasadku
Seperti kini kumenangis perlahan untuk hati yang tak mengerti

Ingin kumiliki tenaga yang tak dapat berkata lelah
Agar bisa tenggelamkan diriku dalam berjuta angka dan waktu
Hingga tak sempat lagi kufikirkan hati yang tak mengerti
Tuhanku…, jika belum cukup semua ini, apa lagi yang bisa kulakukan…?

Aku tak boleh menyerah,
Sejuta kata mampu sakiti hatiku
Tapi takkan mampu membunuh jiwaku
Semangatku….., dimanakah engkau kini terlelap…
Kumohon, bangunlah… bantu aku lalui hari..

Dia hanya akan datang lalu pergi,
Mengambil apa yang diperlukan dariku,
Lalu kembali ke tempat dimana cinta menghangatkannya
Mencibir padaku, mengatakan, “betapa bodohnya dia…”

Tuhanku,
Akhiri semua ini…

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Karya Anak Bangsa Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template