Jumat, 09 Desember 2011

hypertex dan hypermedia


Hypertext dan hypermedia adalah:
l  Dokumen nonsekuensial dan nonlinear.
l  Jaringan simpul (artikel, dokumen, file, kartu, halaman, frame, layar) yang dihubungkan dengan link (acuan silang atau citation).
Hypertext: digunakan untuk menyebut aplikasi berisi hanya teks.
Hypermedia: untuk menyampaikan keterlibatan media lain: suara, gambar dan video.
Hypertext pertama kali diperkenalkan oleh Vannevar Bush, Juli 1945, pada artikel berjudul “As We May Think”.  Langkah pertama dalam membentuk hypertext yang efektif adalah memilih proyek yang memenuhi Aturan Emas Hypertext (The Golden Rules of Hypertext):
l  Ada badan informasi besar yang diorganisasikan menjadi beberapa fragmen.
l  Fragmen-fragmen tersebut saling berhubungan.
Pemakai hanya memerlukan sebagian kecil dari fragmen pada suatu waktu.
Perancangan buruk hypertext yang sering ditemui (Rivlin et al.):
l  Terlalu banyak link.
l  Rantai link yang panjang untuk mencapai materi yang relevan.
l  Terlalu banyak artikel panjang yang membosankan.
Fitur-fitur yang perlu didukung oleh alat bantu pembuatan hypertext:
Aksi
Import
Edit
Export
Print
Search
Objek
An article or node
A link
Collections of articles or nodes
Webs of links
Entire hypertext

Dalam membuat dokumen untuk hypertext perlu diperhatikan:
Ø  Kenali pemakai dan tugasnya.
Ø  Pastikan struktur yang berarti terpenting. Dasari pada presentasi informasi dan bukan teknologi.
Ø  Terapkan keterampilan yang beraneka ragam: spesialis informasi, spesialis isi, dan teknologis.
Ø  Hargai pemilahan. Atur informasi menjadi bongkah-bongkah yang membahas satu topik, tema, atau ide.
Ø  Tunjukkan hubungan yang ada. Terlalu sedikit link membosankan; terlalu banyak membuat kewalahan.
Ø  Pastikan penjelajahan sederhana.
Ø  Rancang setiap layar dengan hati-hati. Fokus perhatian jelas, judul memandu, link menjadi panduan yang berguna.
Ø  Gunakan beban kognitif yang rendah. Minimalkan beban ingatan jangka pendek.
Menurut Patrick Lynch, 1995
Ø  Menyeimbangkan struktur dan hubungan dari menu atau home page dengan halaman isi atau grafik dan dokumen yang di-link.
Ø  Tujuannya membangun hierarki menu dan halaman yang berasa alami dan terstuktur dengan baik bagi pemakai, dan tidak mengganggu pemakaian situs Web atau menyesatkan mereka.
Top Ten Guidelines of Homepage Usability (Jakob Nielsen, 2002)
Ø  Buat maksud homepage jelas: Siapa Anda dan apa yang Anda lakukan.
l  Sertakan tagline satu kalimat.
l  Tulis judul window dengan ketertampakan  yang baik pada search engine dan bookmark.
l  Kelompokkan informasi perusahaan dalam tempat yang dapat dibedakan.
Ø  Bantu pemakai menemukan yang dibutuhkan.
l  Tegaskan tugas prioritas tertinggi situs.
l  Sertakan kotak input pencarian.
Ø  Singkapkan isi situs.
l  Tampilkan contoh isi situs.
l  Awali nama link dengan kata kunci terpenting.
l  Tawarkan akses yang mudah untuk fitur homepage terbaru.
Ø  Gunakan desain visual untuk meningkatkan desain interaksi, bukan mendefinisikan.
l  Jangan memformat isi kritis secara berlebihan, misalnya area navigasi.
l  Gunakan gambar yang berarti.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Karya Anak Bangsa Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template